Jika Ingin Membela Al-Aqsha, Pedulilah Pada Indonesia

Quds Media Network menerbitkan berita beberapa hari ini yang didapatkan dari media zionis. Berita itu tertulis, “Hari ini adalah salah satu hari tersulit dalam pertempuran di Gaza sejak dimulainya operasi darat.”

Membaca itu tentu kita semua akan penasaran, apa yang sebenarnya terjadi? Mengapa mereka sampai mengatakan hal itu? Bahkan presiden zionazi Isaac Herzog memulai pidatonya dengan kalimat, “pagi ini adalah pagi yang sulit untuk dipikul.”

Ternyata penyebabnya adalah kekalahan sangat pahit tentara zionazi di wilayah Khan Younis, Gaza. Berita Quds Media Network merilis, “Tentara pendudukan Israel mengakui 21 tentaranya tewas akibat tembakan perlawanan Palestina di Jalur Gaza tengah, kemarin, Senin, 22 Januari.” Mereka menamai kekalahan pahit dalam pertempuran itu sebagai “petaka.” Sementara pejuang Gazavenger lagi-lagi menghembuskan rasa bangga bagi Umat Islam sedunia.

Di kala para saudara kita di Gaza sedang berjuang melawan kelaparan, sampai-sampai mereka menggunakan pakan ternak dan hewan sebagai bahan membuat roti, pejuang Gazavenger memberikan kabar gembira yang menguatkan jiwa orang-orang beriman.

Dalam rilis resmi pejuang pun, mereka memposting sebuah flyer digital, menunjukkan angka 20+ yang menggambarkan jumlah tewasnya serdadu zionazi, dan di bawahnya, pejuang mengutip sebuah ayat, “Kami jadikan (mereka ) seperti tanaman yang telah dituai, yang tidak dapat hidup lagi.” Allahuakbar!

Situs berita zionis, “Wala” mengatakan bahwa hari-hari ini adalah hari tersulit pertempuran di Jalur Gaza sejak awal perang, sementara sumber-sumber berbahasa Ibrani menulis bahwa ledakan truk bahan peledak hanyalah peristiwa kecil dibandingkan dengan peristiwa Khan Younis baru-baru ini. Saking daruratnya kondisi pasukan musuh, sampai ada 13 helikopter yang dikerahkan untuk mengevakuasi mereka.

Kamu tahu apa yang menarik dari pertempuran besar yang terjadi di Khan Younis? “Menariknya, daerah dimana musuh menderita kerugian besar hari ini adalah di sebelah barat Khan Yunis”, tulis Ali Abo Rezeg seorang editor Middle East Monitor, “dan di lingkungan inilah lahir panglima-panglima besar Gazavengers. Ali Abo Rezeg menulis di akhir kalimatnya, “artinya, dapat dikatakan bahwa ia telah memasuki kawasan ‘sarang lebah’ dan akan keluar dari situ dengan kekalahan.”

Setelah kekalahan telak yang musuh terima di pertempuran Khan Younis melawan Gazavengers, mereka akhirnya mundur ke pos sebelumnya. Kemajuan mereka patah, pencapaian mereka roboh. “Tentara pendudukan menarik diri dari beberapa daerah di Khan Yunis, dan kembali ke posisi mereka di tempat-tempat yang sebelumnya mereka jangkau.” (Quds Media)

Di sisi lain, mari kita terus mendoakan dan jangan melupakan teman-teman kita di sana. Situasi masih mencekam dan keadaan penduduk sipil masih berjuang. Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza baru saja mengumumkan bahwa jumlah korban agresi Israel telah meningkat menjadi 25,490 orang yang gugur dan 63,354 orang terluka sejak tanggal 7 Oktober 2023. Kemarin, musuh melakukan serangan yang menyebabkan 195 orang syahid dan 354 orang terluka dalam 24 jam terakhir.

Hari-hari ini pun kita sedang berjuang, mengikhtiarkan supaya negeri ini dipimpin oleh orang-orang yang tepat dan membela rakyat sebenar-benarnya. Semoga karena perhatian kita pada Al Aqsha, pada teman-teman kita yang terzalimi; menjadi sebab turunnya Rahmat Allah pada kita semua, hingga Allah pilihkan pemimpin terbaik yang bisa menahkodai Indonesia menjadi negeri yang berkah.

Jika ingin membela Al Aqsha, pedulilah pada Indonesia. Sebab, dunia hanya akan memahami bahasa kekuatan Yang Berlandaskan Pada Iman dan Taqwa.

 

Referensi : Quds Media Network, Middle East Monitor, Aljazeera Media Network, Rassd News

Scroll to Top